Perangkat lunak tersebut bekerja
dengan sangat baik pada sebuah basis
data dengan banyak record tapi terdapat beberapa kasus di mana data mengalami kerusakan. Sebagai contoh, pada ukuran basis data
melebihi 700 megabyte sering mengalami masalah seperti ini (pada saat
itu, memang hard disk
yang beredar masih berada di bawah 700 megabyte). Buku manual yang
dibawanya memperingatkan bahwa beberapa kasus tersebut disebabkan oleh driver
perangkat yang kuno atau konfigurasi yang
tidak benar.
Nama kode (codename) yang
digunakan oleh Access pertama kali adalah Cirrus yang dikembangkan
sebelum Microsoft mengembangkan Microsoft Visual Basic, sementara mesin pembuat form antarmuka yang
digunakannya dinamakan dengan Ruby. Bill
Gates melihat purwarupa (prototype)
tersebut dan memutuskan bahwa komponen bahasa pemrograman
BASIC harus dikembangkan secara bersama-sama sebagai sebuah
aplikasi terpisah tapi dapat diperluas. Proyek ini dinamakan dengan Thunder.
Kedua proyek tersebut dikembangkan secara terpisah, dan mesin pembuat form
yang digunakan oleh keduanya tidak saling cocok satu sama lainnya. Hal tersebut
berakhir saat Microsoft merilis Visual Basic for Applications (VBA).
Versi
Tanggal
|
Nama
versi
|
Nomor
versi
|
Sistem
operasi yang didukung
|
Versi
Microsoft Office
|
Microsoft Access 1.1
|
1
|
T/A
|
||
Microsoft Access 2.0
|
2
|
|||
Microsoft Access for Windows 95
|
7
|
|||
Microsoft Access 97
|
8
|
|||
Microsoft Access 2000
|
9
|
Microsoft
Office 2000 Premium dan Office 2000 Professional
|
||
Microsoft Access 2002
|
10
|
|||
Microsoft Access 2003
|
11
|
|||
Microsoft Access 2007
|
12
|
|||
Microsoft Access 2010
|
14
|
Penggunaan
Microsoft Access digunakan
kebanyakan oleh bisnis-bisnis kecil dan menengah, di dalam sebuah organisasi
yang kecil bahkan mungkin juga digunakan oleh perusahaan yang cukup besar, dan
juga para programmer untuk membuat sebuah sistem buatan sendiri untuk menangani
pembuatan dan manipulasi data.
Access juga dapat digunakan sebagai sebuah basis data untuk aplikasi
Web dasar yang disimpan di dalam server yang menjalankan Microsoft Internet Information Services (IIS) dan menggunakan Microsoft Active Server Pages
(ASP). Meskipun demikian, penggunaan Access kurang disarankan, mengingat telah
ada Microsoft SQL Server yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi.
Beberapa pengembang aplikasi
profesional menggunakan Microsoft Access untuk mengembangkan aplikasi secara
cepat (digunakan sebagai Rapid Application
Development/RAD tool), khususnya untuk
pembuatan purwarupa
untuk sebuah program
yang lebih besar dan aplikasi yang berdiri sendiri untuk para salesman.
Microsoft Access kurang begitu bagus
jika diakses melalui jaringan sehingga aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh banyak
pengguna cenderung menggunakan solusi sistem manajemen basis data yang bersifat
klien/server. Meskipun demikian, tampilan muka Access (form, report,
query, dan kode Visual
Basic) yang dimilikinya dapat digunakan
untuk menangani basis data
yang sebenarnya diproses oleh sistem manajemen basis data lainnya, seperti
halnya Microsoft Jet Database Engine (yang secara default digunakan oleh Microsoft
Access), Microsoft SQL Server, Oracle
Database, dan beberapa produk lainnya yang
mendukung ODBC.
Fitur
Salah satu keunggulan Microsoft
Access dilihat dari perspektif
programmer adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemrograman
Structured Query Language (SQL); query dapat dilihat dan disunting sebagai statemen-statemen SQL, dan statemen SQL dapat digunakan secara langsung di
dalam Macro dan VBA Module
untuk secara langsung memanipulasi tabel data dalam Access. Para pengguna dapat
mencampurkan dan menggunakan kedua jenis bahasa tersebut (VBA dan Macro) untuk
memprogram form dan logika
dan juga untuk mengaplikasikan konsep berorientasi objek.
Microsoft
SQL Server Desktop Engine (MSDE)
2000, yang merupakan sebuah versi mini dari Microsoft SQL Server 2000, dimasukkan ke dalam Office XP Developer
Edition dan dapat digunakan oleh Microsoft
Access sebagai alternatif dari Microsoft Jet Database Engine.
Tidak seperti sebuah sistem manajemen
basis data relasional yang komplit, Microsoft JET
Database Engine tidak memiliki fitur trigger dan stored procedure. Dimulai dari Microsoft Access 2000 yang menggunakan Microsoft
Jet Database Engine versi 4.0, ada sebuah sintaksis yang mengizinkan pembuatan kueri dengan beberapa parameter,
dengan sebuah cara seperi halnya sebuah stored procedure, meskipun prosesur
tersebut dibatasi hanya untuk sebuah pernyataan tiap prosedurnya. Access juga
mengizinkan form untuk mengandung kode yang dapat dieksekusi ketika
terjadi sebuah perubahan terhadap tabel basis data, seperti halnya trigger, selama modifikasi dilakukan
hanya dengan menggunakan form tersebut, dan merupakan sesuatu hal yang umum
untuk menggunakan kueri yang akan diteruskan (pass-through dan teknik
lainnya di dalam Access untuk menjalankan stored procedure di dalam
RDBMS yang mendukungnya.
Dalam berkas Access Database Project
(ADP) yang didukung oleh Microsoft Access 2000 dan yang selanjutnya,
fitur-fitur yang berkaitan dengan basis data berbeda dari versi format/struktur
data yang digunakan Access (*.MDB), karena jenis berkas ini dapat membuat koneksi ke sebuah
basis data MSDE atau Microsoft SQL Server, ketimbang menggunakan Microsoft JET
Database Engine. Sehingga, dengan menggunakan ADP, adalah mungkin untuk membuat
hampur semua objek di dalam server yang menjalankan mesin basis data tersebut
(tabel basis data dengan constraints dan trigger, view, stored
procedure, dan UDF). Meskipun demikian, yang disimpan di dalam berkas
ADP hanyalah form, report, macro, dan modul, sementara
untuk tabel dan objek lainnya disimpan di dalam server
basis data yang membelakangi program tersebut.
Pengembangan
dengan Access
Access mengizinkan pengembangan yang
relatif cepat karena semua tabel basis data, kueri, form, dan report disimpan
di dalam berkas basis data miliknya (*.MDB). Untuk membuat Query, Access
menggunakan Query Design Grid, sebuah program berbasis grafis yang mengizinkan para penggunanya untuk membuat query tanpa
harus mengetahui bahasa pemrograman
SQL. DI dalam Query Design Grid, para pengguna dapat
memperlihatkan tabel basis data sumber dari query, dan memilih field-field mana yang hendak dikembalikan oleh proses dengan mengklik dan
menyeretnya ke dalam grid. Join juga dapat dibuat dengan cara
mengklik dan menyeret field-field dalam tabel ke dalam field dalam tabel
lainnya. Access juga mengizinkan pengguna untuk melihat dan memanipulasi kode
SQL jika memang diperlukan.
Bahasa pemrograman
yang tersedia di dalam Access adalah Microsoft Visual Basic for Applications (VBA), seperti halnya dalam beberapa aplikasi Microsoft
Office. Dua buah pustaka
komponen Component Object
Model (COM) untuk mengakses basis
data pun disediakan, yakni Data Access Object (DAO), yang hanya terdapat di dalam Access 97, dan ActiveX Data Objects (ADO) yang tersedia dalam versi-versi Access terbaru.
Proses Instalasi Microsoft Access
Access 97 sudah terinstal
Jika Anda sudah
memiliki Access 97 pada komputer, dan Anda ingin menambahkan akses 2000, ikuti
langkah berikut:
- Instal akses 2000 atau Office 2000. Pastikan untuk memilih opsi penginstalan kustom.
- Bila diminta, mengubah lokasi instalasi untuk akses 2000 atau Office 2000 ke folder selain C:\Program Files\Microsoft Office\ atau folder yang Anda terpasang Access 97 atau Office 97 ke. Misalnya, Anda dapat menginstal akses 2000 atau Office 2000 ke folder bernama C:\Program Files\Microsoft Office2K\
- Bila diminta, pilih opsi untuk menyimpan versi sebelumnya dari program Office di komputer. Ini adalah pilihan yang all-or-nothing; Anda yang baik menjaga semua versi sebelumnya dari program Office, atau Anda kehilangan mereka semua.
- Menyelesaikan sisa instalasi.
Catatan: The Office 97 pintas pada menu mulai akan ditimpa oleh pintasan Office 2000. Jika Anda ingin Office 97 pintas pada menu mulai , Anda harus menambahkan mereka secara manual.



0 komentar:
Posting Komentar